Perbedaan Bukti Transfer BCA Palsu dan Asli

BukuKas – Saat ini aksi kejahatan siber (cyber crime) sangat marak terjadi, salah satunya adalah pemalsuan bukti transfer. Jika kamu saat ini berjualan online atau melakukan transaksi jual beli dengan orang melalui media online.

Kamu harus lebih berhati-hati, karena ada banyak pelaku kejahatan yang mengirimkan bukti transfer BCA palsu. Lalu bagaimana mengetahui perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli?

Baca Juga: Top Up Saldo Flazz di BCA Mobile

Waspada Penipuan Bukti Transfer BCA

Salah satu modus penipuan atau tidak kejahatan siber yang sedang marak akhir-akhir ini adalah penipuan bukti transfer. Saat ini penipu mengedit atau memalsukan bukti transfer BCA via myBCA, BCA Mobile atau KlikBCA.

Umumnya pelaku akan mengelabui korbannya dengan mengatakan bahwa ia sudah melakukan transfer dengan mengirimkan screenshot bukti transfer. Tetapi bukti transfer bank yang dikirimkan adalah bukti transfer yang telah diedit.

Jadi ketika kamu sedang berjualan barang atau jasa secara online, kamu harus lebih waspada dan teliti saat pelanggan memberikan bukti transfer. Kamu harus mengetahui tentang perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli jika tidak ingin menjadi korban penipuan modus ini.

Baca Juga: Kode BCA ke DANA

Inilah Perbedaan Bukti Transfer BCA Palsu dan Asli

Agar tidak menjadi korban cyber crime saat melakukan transaksi jual beli online, kamu harus mengetahui ciri bukti transfer BCA palsu berikut :

1. Font Terlihat Tidak Jelas dan Tidak Sama

Ciri bukti transfer palsu yang bisa dilihat dengan jelas yaitu font yang tercetak di struk tidak terlihat dengan jelas. Selain itu, jika kamu lebih teliti lagi, biasanya penipu akan mengedit bukti transfer menggunakan jenis font yang berbeda pada satu resi.

Jika kamu melihat ada font yang tidak jelas dan menggunakan jenis font yang tidak sama pada resi atau bukti transfer bank. Maka dapat dipastikan bukti transfer tersebut adalah bukti transfer palsu.

2. Tata Letak Tulisan Pada Bukti Transfer Tidak Rapi

Perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli selanjutnya bisa dikenali dengan ciri-ciri tata letak tulisan tidak rapi yang tercetak di bukti transfer. Kamu bisa lihat dengan jelas apakah tata letak tulisan yang dikirimkan oleh orang tersebut rapi atau tidak.

Karena jika bukti transfer yang tercetak dari mesin ATM, atau melalui Mobile Banking, pastinya semua tata letak tulisan akan rapi. Jika melihat tata letak tulisan tidak rapi, maka dapat dipastikan screenshot atau foto bukti transfer tersebut adalah hasil editan.

3. Warna Tulisan Yang Tercetak Tipis Atau Warnanya Berbeda

Selain itu, bukti transfer BCA palsu juga bisa dideteksi dengan mudah dari warna tulisan yang tercetak tipis dan memiliki warna yang berbeda. Jika kamu teliti, pastinya bukti transfer palsu pastinya akan terdapat perbedaan warna pada font yang dikirimkan.

4. Nomor Rekening Pengirim Yang Dicantumkan Tidak Lengkap

Karena penipu akan mengelabui calon korban, umumnya nomor rekening pengirim yang tercantum di bukti transfer tidak lengkap. Jadi pastikan ketika kamu mendapatkan bukti transfer, kamu bisa cek apakah di bagian nomor rekening pengirim lengkap atau tidak.

Tetapi dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, tentunya penipu masih bisa memanfaatkan teknologi terbaru untuk bisa menghasilkan bukti transfer yang sangat mirip dengan aslinya. Mengetahui perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli hanya bisa meminimalisir kamu agar tidak menjadi korban penipuan.

Tips Terhindar Dari Penipuan Bukti Transfer BCA Palsu

Selain mengetahui tentang perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli diatas, ada beberapa tips agar kamu tidak menjadi korban penipuan, seperti :

1. Cek Dengan Teliti Bukti Transfer Yang Diterima

Ketika kamu mendapatkan bukti transfer dari pelanggan, kamu harus melihatnya dengat teliti dan detail. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa foto atau screenshot bukti transfer yang dikirimkan oleh pelanggan bukan merupakan hasil editan.

2. Selalu Cek Mutasi Setelah Mendapatkan Bukti Transfer

Tips paling penting agar kamu tidak menjadi korban penipuan bukti transfer adalah selalu cek mutasi rekening. Saat kamu mendapatkan bukti transfer dari pelanggan, kamu wajib untuk mengecek mutasi rekening.

Untuk mempermudah cek mutasi rekening bank BCA, sebaiknya kamu memanfaatkan layanan seperti BCAMobile, KlikBCA atau MyBCA. Dengan menggunakan layanan internet banking online tersebut akan mempermudah kamu untuk cek mutasi rekening secara real-time.

3. Segera Laporkan Penipuan ke Halo BCA

Jika terlanjut menjadi korban penipuan bukti transfer, atau kamu membutuhkan bantuan untuk melakukan mutasi rekening. Kamu bisa segera hubungi call center BCA di Halo BCA dengan nomor 1500888.

Dengan menghubungi Halo BCA, kamu bisa mendapatkan bantuan untuk menindaklanjuti masalah yang kamu hadapi.

Akhir Kata

Transaksi online memang mempermudah kita untuk melakukan transaksi jual beli dengan jangkauan pelanggan lebih luas. Tetapi untuk meminimalisir menjadi korban penipuan, kamu harus mengetahui perbedaan bukti transfer BCA palsu dan asli seperti yang dijelaskan diatas.

Bagikan ke:

Reyhan Kusuma, mahasiswa terbaik bidang perbankan, tidak hanya cemerlang di bidang akademik, tetapi juga aktif dalam dunia digital. Dia mengelola blog keuangan yang populer di kalangan mahasiswa, di mana dia berbagi pengetahuan dan wawasannya tentang perbankan dengan gaya yang mudah dipahami. Kemampuannya dalam menggabungkan pengetahuan teoretis dengan aplikasi praktis membuatnya menjadi panutan bagi banyak mahasiswa yang ingin belajar tentang keuangan.

Tinggalkan komentar