Pengertian NPWP dan Perbedaannya dengan Zakat

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor identifikasi yang diberikan kepada pembayar pajak (individu atau badan) sesuai UU di Indonesia. NPWP digunakan oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk mengidentifikasi dan mengelola administrasi perpajakan.

Setiap orang atau badan yang memiliki penghasilan di atas batas tertentu diwajibkan untuk memiliki NPWP dan melaporkan penghasilannya kepada pemerintah agar bisa dikenai pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: Tutorial E-Filing System

Hubungan NPWP dengan Hukum Islam tentang Pajak

Dalam konteks hukum Islam, pajak dikenal dengan berbagai istilah seperti “zakat,” “ushr,” dan “jizyah,” yang memiliki makna dan penerapan yang berbeda dari pajak konvensional. Berikut ini adalah beberapa poin yang relevan:

Zakat

  1. Zakat adalah kewajiban agama bagi setiap Muslim yang mampu, dan itu dihitung sebagai persentase dari harta atau penghasilan yang dimiliki. Zakat adalah salah satu dari lima rukun Islam dan dianggap sebagai bentuk ibadah serta upaya membersihkan harta.
  2. Zakat memiliki sasaran tertentu seperti fakir miskin, orang yang berhutang, dan lainnya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an (Surah At-Taubah, ayat 60).

Ushr

  1. Ushr merupakan harta perdagangan yang berasal dari kaum yang melewati perbatasan negara yaitu kaum Zimmah dan juga Harbi.
  2. Tarifan ushr biasanya disesuaikan dengan aturan dalam syariat Islam.

Jizyah

  1. Jizyah adalah pajak yang dikenakan pada non-Muslim yang tinggal di negara Islam sebagai bentuk perlindungan dan hak untuk tinggal di negara tersebut.

Baca juga: Pengertian zakat perdagangan

Persamaan dan Perbedaan dengan Pajak Konvensional:

  • Persamaan:
    • Baik zakat maupun pajak konvensional (yang memerlukan NPWP) bertujuan untuk mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan negara.
    • Keduanya diatur oleh otoritas tertentu yang bertanggung jawab untuk pengumpulan dan distribusi.
  • Perbedaan:
    • Aspek Ibadah: Zakat dianggap sebagai ibadah dan kewajiban agama, sementara pajak konvensional adalah kewajiban sipil menurut UU Negara yang belum tentu sejalan dengan syariah.
    • Tujuan dan Penggunaan: Zakat memiliki tujuan yang sangat spesifik dan tidak bisa digunakan untuk keperluan umum negara di luar yang telah ditentukan, sedangkan pajak konvensional bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan negara seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.
    • Penerapan: Zakat dihitung berdasarkan syariat Islam dan hanya berlaku bagi Muslim, sedangkan pajak konvensional berlaku untuk semua warga negara RI tanpa memandang agama sesuai UU Negara.

Hukum Pajak dalam Islam

Dalam Islam, pajak dikenal dengan berbagai istilah seperti Al-Usyr, Al-Maks, atau Adh-Dharibah. Pajak pada masa Rasulullah tidak diwajibkan atas kaum Muslimin, melainkan hanya atas non-Muslim melalui sistem kharaj dan jizyah. Pemungutan pajak yang tidak sesuai syariat dilarang keras, dan pajak tidak boleh menggantikan zakat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya Radhiyallahu ‘anhum bahwa akan datang di akhir zaman para pemimpin yang zhalim (dalam pandangan Islam). Kemudian beliau ditanya tentang sikap kaum muslimin : “Bolehkah melawan/memberontak?”. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab ; “Tidak boleh! Selagi mereka masih menjalankan shalat” (HR Muslim : 1855 dari jalan Auf bin Malik Al-Asyja’i Radhiyallahu ‘anhu)

Untuk memastikan pengelolaan keuangan yang efektif dalam menjalankan kewajiban zakat, pelatihan Microsoft Office menjadi penting. Dengan menguasai penggunaan Excel, Word dan lainnya Anda dapat membuat dan mengelola laporan keuangan secara lebih akurat, menyusun anggaran, serta melakukan analisis keuangan yang mendalam. Pelatihan ini akan membekali Anda dengan keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi penghitungan zakat secara efisien dan tepat waktu.

Jika Anda butuh memahami aplikasi untuk perencanaan keuangan atau proyek bisa kunjungi link berikut:

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *